DuniaFilm21: 155 film disusun menurut asal ceritanya, dari novel dan kisah nyata sampai cerita asli

Setiap film bermula dari sesuatu: sebuah novel, sebuah peristiwa nyata, film sebelumnya, komik, atau halaman kosong seorang penulis skenario. Di sini 155 film disusun dalam dua belas rak sumber cerita, dan asal itu tertulis di pita kecil pada tiap poster.

Dua belas sumber cerita: dari mana film berasal

BukuDari novel dan buku Indonesia

Lihat semua (16)

BukuDari novel roman dan remaja

Lihat semua (9)

BukuDari novel dan cerita pendek dunia

Lihat semua (6)

BukuDari buku anak dan dongeng klasik

Lihat semua (14)

NyataKisah nyata tokoh ternama

Lihat semua (13)

NyataKisah nyata orang biasa

Lihat semua (8)

Layar lainLanjutan cerita

Lihat semua (16)

Layar lainBuat ulang

Lihat semua (7)

Layar lainDari komik, televisi, dan panggung

Lihat semua (12)

AsliCerita asli Indonesia

Lihat semua (14)

AsliCerita asli dunia, sampai 2010

Lihat semua (19)

AsliCerita asli dunia, sejak 2011

Lihat semua (21)

Panduan DuniaFilm21

DuniaFilm21: dari mana ceritanya datang, 155 film disusun menurut asal ceritanya

Sebelum ada kamera, sebelum ada pemeran, sebelum ada satu lembar skenario, sebuah film sudah punya asal. Ada yang lahir dari novel yang dibaca jutaan orang. Ada yang lahir dari peristiwa yang sungguh terjadi. Ada yang lahir dari film lain, dari komik, dari sinetron masa kecil, dari panggung musikal, bahkan dari wahana taman hiburan. Dan ada yang lahir dari halaman kosong di meja seorang penulis.

DuniaFilm21 menyusun katalognya dari titik awal itu. Sebanyak 155 film ditempatkan dalam dua belas rak sumber cerita: empat rak buku, dua rak kisah nyata, tiga rak layar dan panggung lain, serta tiga rak cerita asli. Tiap film berada di tepat satu rak.

Pada tiap poster ada pita kecil berwarna biru kehijauan yang menyebut sumbernya: Novel Indonesia, Buku anak, Tokoh nyata, Lanjutan, Buat ulang, Cerita asli. Sekali lihat, Anda tahu dari mana film itu berangkat, dan sering kali itu sudah cukup untuk memutuskan.

Mengapa memilih film dari asal ceritanya

Asal cerita memberi tahu banyak hal yang luput dari genre. Film dari novel biasanya punya tokoh yang kaya dan alur yang rapat, karena ceritanya sudah diuji ribuan pembaca. Film dari kisah nyata membawa bobot tambahan: yang Anda lihat pernah dialami seseorang. Film lanjutan menawarkan pertemuan kembali dengan tokoh yang sudah dikenal. Cerita asli menawarkan kejutan, karena akhirnya masih rahasia bagi semua orang.

Penonton sering memilih dengan cara ini secara naluriah. "Saya sudah baca bukunya." "Ini kisah nyata, ya?" "Ini lanjutan film yang dulu itu." Kalimat-kalimat semacam itu terdengar di depan loket bioskop tiap hari. DuniaFilm21 menjadikannya cara menyusun rak.

Ada manfaat lain. Bila Anda menyukai sebuah film dari rak buku, kemungkinan besar Anda juga menyukai bukunya, dan sebaliknya. Papan ini menjadi jembatan antara lemari buku dan layar. Uraian lengkapnya ada di Dari mana ceritanya datang.

Cara sumber ditentukan

Aturannya satu kalimat: tiap film masuk ke rak yang menggambarkan dari mana ceritanya pertama kali berasal. Novel yang difilmkan masuk rak buku. Peristiwa nyata masuk rak kisah nyata. Film yang meneruskan film lain masuk rak lanjutan. Film yang menceritakan ulang film lama masuk rak buat ulang.

Sebagian film punya dua sumber sekaligus, dan untuk itu ada tiga aturan tambahan. Pertama, kisah nyata yang sampai ke layar lewat sebuah buku tetap masuk rak kisah nyata, karena peristiwanya lebih dulu ada daripada bukunya. Kedua, film lanjutan dari seri novel tetap masuk rak buku, karena tiap jilidnya memang sebuah buku. Ketiga, film yang tersisa setelah semua rak lain terisi adalah cerita asli, yaitu cerita yang ditulis langsung untuk layar.

Aturan yang sama berlaku untuk seluruh 155 film. Kasus-kasus perbatasan dibahas satu per satu di Sumber ganda.

Papan dua belas sumber di beranda

Di bawah judul halaman ada papan berisi dua belas petak. Tiap petak memuat nama rak, jumlah filmnya, dan judul yang paling dikenal di rak itu. Warna kepala petak menandai kelompoknya: biru kehijauan untuk buku, emas untuk kisah nyata, merah untuk layar lain, dan merah muda untuk cerita asli.

Tekan sebuah petak dan halaman bergulir ke baris poster rak itu. Tiap baris menampilkan enam film yang paling dikenal, dengan tombol "Lihat semua" di ujung kanan untuk membuka rak lengkapnya. Di bawah dua belas baris itu ada panduan yang sedang Anda baca.

Bagi pengunjung baru, langkah-langkah pertama dirangkum di Mulai di DuniaFilm21.

Rak 01: dari novel dan buku Indonesia

Rak ini memuat 16 film, seluruhnya film Indonesia, dengan rata-rata rating 7,17. Inilah bukti betapa eratnya hubungan penerbitan dan perfilman di negeri ini: sepertiga lebih film Indonesia di katalog kami berasal dari buku.

Dua yang paling dikenal ditulis Andrea Hirata: Laskar Pelangi dan lanjutannya, Sang Pemimpi. Pidi Baiq menyumbang Dilan 1990 dan Dilan 1991. Dari Donny Dhirgantoro datang 5 cm, dan dari Ahmad Fuadi datang Negeri 5 Menara. Keenamnya adalah novel yang terjual ratusan ribu eksemplar sebelum sampai ke layar.

Sastra klasik diwakili dua nama besar. Bumi Manusia diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dari roman Hamka. Keduanya juga film terpanjang di rak ini: 181 dan 163 menit, karena buku tebal memang butuh ruang.

Generasi penulis yang lebih baru hadir lewat Critical Eleven karya Ika Natassa, Aruna & Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak, Geez & Ann karya Rintik Sedu, dan Home Sweet Loan karya Almira Bastari, film berating tertinggi di rak ini dengan 8,1. Filosofi Kopi berasal dari cerita pendek Dee Lestari.

Tiga film terakhir berasal dari buku nonfiksi dan buku kutipan: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini dari buku Marchella FP, Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan dari buku Meira Anastasia, dan My Stupid Boss dari seri buku humor kantor. Daftar judul dan penulisnya ada di Buku di balik film.

Rak 02: dari novel roman dan remaja

Sembilan film, rata-rata rating 7,25, rata-rata durasi 105 menit. Rak ini berisi kisah cinta yang lebih dulu hidup di halaman buku, kebanyakan novel remaja dan roman populer dari Amerika.

Flipped diangkat dari novel Wendelin Van Draanen dan mencatat rating 8,0. To All the Boys I've Loved Before berasal dari novel Jenny Han tentang surat-surat cinta yang terkirim secara kebetulan. Words on Bathroom Walls diangkat dari novel Julia Walton, dan Hello, Goodbye, and Everything in Between dari novel Jennifer E. Smith.

Crazy Rich Asians berasal dari novel Kevin Kwan dan menjadi film paling megah di rak ini. The Life List diangkat dari novel Lori Nelson Spielman, dan The Map That Leads to You dari novel J.P. Monninger tentang perjalanan keliling Eropa.

Dua film terbaru berangka tahun 2026: The Love Hypothesis, dari novel laris Ali Hazelwood tentang dua ilmuwan, memimpin rak dengan rating 8,2, dan The Last Sunrise membawa kisahnya ke Mallorca. Pembaca novel roman akan menemukan banyak wajah lama di sini.

Rak 03: dari novel dan cerita pendek dunia

Rak terkecil, enam film, sekaligus rak dengan rata-rata rating tertinggi di seluruh papan: 7,47. Sumbernya novel dan cerita pendek untuk pembaca dewasa dari berbagai negara.

Jurassic Park berasal dari novel Michael Crichton dan menjadi film paling dikenal di seluruh katalog. The Art of Racing in the Rain, dari novel Garth Stein yang dituturkan seekor anjing, mencatat rating 8,1. A Dog's Purpose diangkat dari novel W. Bruce Cameron.

Hunt for the Wilderpeople berasal dari novel Barry Crump, penulis petualangan kesayangan Selandia Baru. Christmas with the Kranks diangkat dari novel komedi John Grisham, penulis yang lebih dikenal lewat cerita ruang sidang. Dan The Secret Life of Walter Mitty berasal dari cerita pendek James Thurber tahun 1939, hanya beberapa halaman yang dikembangkan menjadi film 114 menit.

Rak 04: dari buku anak dan dongeng klasik

Empat belas film, dari tahun 1964 sampai 2020, dengan rata-rata rating 6,95. Inilah rak yang paling tua akarnya: sebagian bukunya berumur lebih dari seabad.

Alice in Wonderland berasal dari buku Lewis Carroll tahun 1865. The Jungle Book dari kumpulan cerita Rudyard Kipling. Dolittle dari buku Hugh Lofting tentang dokter yang berbicara dengan hewan. Mary Poppins dari seri buku P.L. Travers. The Hobbit: The Desolation of Smaug dari buku J.R.R. Tolkien, dan The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader dari jilid ketiga seri C.S. Lewis menurut urutan terbit.

Dari paruh kedua abad kedua puluh ada Charlie and the Chocolate Factory karya Roald Dahl, Paddington karya Michael Bond, Jumanji dari buku bergambar Chris Van Allsburg, dan Mr. Popper's Penguins dari buku anak tahun 1938. The Golden Compass diangkat dari novel Philip Pullman.

Yang paling baru adalah Hugo, dari novel bergambar Brian Selznick, Middle School: The Worst Years of My Life dari seri James Patterson, dan Wonder dari novel R.J. Palacio. Film terakhir ini memimpin rak dengan rating 8,1 dan dibaca di banyak ruang kelas sebagai bahan pelajaran budi pekerti. Ikhtisar keempat rak buku ada di Film dari buku.

Rak 05: kisah nyata tokoh ternama

Tiga belas film biografi dengan rata-rata rating 7,03 dan rata-rata durasi 124 menit, yang terpanjang di seluruh papan. Hidup seorang tokoh besar memang sulit diringkas dalam satu setengah jam.

Ilmu dan teknologi diwakili A Beautiful Mind, kisah matematikawan John Nash yang memimpin rak dengan rating 7,9, Tesla tentang sang penemu, dan The Social Network tentang lahirnya jejaring sosial terbesar di dunia dari sebuah kamar asrama. Dunia usaha diwakili The Founder, kisah Ray Kroc, dan Tucker: The Man and His Dream, kisah perancang mobil Preston Tucker.

Olahraga menyumbang empat film: King Richard tentang ayah yang menyiapkan Venus dan Serena Williams sejak mereka kecil, American Underdog tentang Kurt Warner yang menyusun barang di toko swalayan sebelum menjadi juara, Moneyball tentang manajer bisbol Billy Beane, dan Home Team tentang pelatih Sean Payton yang melatih tim anaknya.

Musik diwakili Elvis dan tick, tick... BOOM!, kisah penulis musikal Jonathan Larson. Dan dari Indonesia ada dua nama yang dikenal semua pelajar: Kartini, tentang pelopor pendidikan perempuan dari Jepara, dan Gie, yang disusun dari catatan harian aktivis mahasiswa Soe Hok Gie.

Rak 06: kisah nyata orang biasa

Delapan film dengan rata-rata rating 7,26. Tokoh-tokohnya jauh dari halaman depan koran: seorang bocah yang tersesat, seorang ayah yang membeli kebun binatang, sekelompok nelayan yang gemar bernyanyi, dan empat ekor anjing.

Lion mengangkat kisah Saroo Brierley, yang tertidur di kereta pada usia lima tahun dan menemukan kembali kampungnya seperempat abad kemudian. Togo mengangkat perjalanan kereta anjing di Alaska tahun 1925 dan memimpin rak dengan rating 8,1. Hachi: A Dog's Tale memindahkan kisah Hachiko, anjing setia dari Jepang tahun dua puluhan, ke sebuah kota kecil di Amerika.

Marley & Me berasal dari kolom dan memoar wartawan John Grogan tentang anjing keluarganya. Dog Gone mengikuti pencarian nyata seekor anjing yang hilang di jalur pendakian. We Bought a Zoo diangkat dari memoar Benjamin Mee, yang sungguh membeli kebun binatang untuk keluarganya.

Blinded by the Light berasal dari memoar wartawan Sarfraz Manzoor tentang masa remajanya dan lagu-lagu Bruce Springsteen. Fisherman's Friends mengangkat kisah paduan suara nelayan dari sebuah desa di Cornwall yang menembus tangga lagu nasional. Kedua rak kisah nyata dibahas di Kisah nyata di layar.

Rak 07: lanjutan cerita

Enam belas film yang meneruskan film sebelumnya: lanjutan, prekuel, dan cerita sampingan. Rata-rata ratingnya 6,81, sedikit di bawah rak lain, sebuah pola yang dikenal para penggemar film: lanjutan jarang melampaui pendahulunya.

Tetapi rak ini menyimpan beberapa pengecualian yang membanggakan, dan tiga di antaranya dari Indonesia. Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti, prekuel kisah keluarga Narendra, memimpin rak dengan rating 8,0. Cek Toko Sebelah 2 mencatat 7,9, lebih tinggi daripada film pertamanya. Dan Milly & Mamet, cerita sampingan dari dua tokoh pendukung kisah Cinta dan Rangga, mencatat 7,6.

Lanjutan Indonesia lainnya adalah Ada Apa Dengan Cinta? 2, yang mempertemukan kembali pasangannya setelah empat belas tahun, dan Petualangan Sherina 2, yang datang dua puluh tiga tahun setelah film pertama dengan pemeran yang sama.

Dari luar negeri ada Before Sunset, berating 7,8 dan berdurasi hanya 80 menit, Home Alone 2: Lost in New York, Mary Poppins Returns, Christopher Robin, Jumanji: The Next Level, Pitch Perfect 2, Pitch Perfect 3, Star Trek Beyond, Night at the Museum: Secret of the Tomb, Are We Done Yet?, dan Home Sweet Home Alone.

Rak 08: buat ulang

Tujuh film yang menceritakan kembali film lama dengan pemeran, bahasa, atau zaman yang baru. Rata-rata ratingnya 7,07, dan tiga di antaranya film Indonesia.

Bebas memimpin rak dengan rating 8,0. Film ini memindahkan film Korea Sunny ke Jakarta tahun sembilan puluhan, lengkap dengan lagu-lagu pop Indonesia masa itu. Sweet 20 memindahkan film Korea Miss Granny ke keluarga Indonesia. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 menghidupkan kembali trio pelawak legendaris dengan pemeran baru.

CODA, berating 7,9, adalah versi Amerika dari film Prancis tentang gadis yang menjadi satu-satunya anggota keluarga yang dapat mendengar. You've Got Mail memperbarui film tahun 1940 tentang dua rekan kerja yang saling berkirim surat, dengan mengganti surat menjadi surel.

Dumbo membuat ulang film animasi tahun 1941 dengan pemeran manusia, dan Picture This memindahkan komedi romantis Australia ke London. Buat ulang yang berhasil selalu menjawab satu pertanyaan: apa yang berubah bila cerita ini terjadi di sini dan sekarang?

Rak 09: dari komik, televisi, dan panggung

Dua belas film dari sumber yang paling beragam, dengan rata-rata rating 7,0. Tujuh di antaranya film Indonesia, sehingga rak ini menjadi semacam museum budaya pop Nusantara.

Dari komik datang dua jagoan: Gundala, ciptaan Hasmi tahun 1969, dan Sri Asih, ciptaan R.A. Kosasih tahun 1954, pahlawan super pertama dalam komik Indonesia. Terlalu Tampan berasal dari komik digital yang dibaca di ponsel. Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 berasal dari serial cerita silat Bastian Tito yang terbit ratusan jilid dan pernah menjadi sinetron.

Dari televisi datang Keluarga Cemara dan 1 Kakak 7 Ponakan, dua sinetron keluarga tahun sembilan puluhan dari cerita Arswendo Atmowiloto. Yang kedua memimpin rak, dan seluruh katalog buku serta layar lain, dengan rating 8,4. Sore: Istri Dari Masa Depan berasal dari serial web. Dora and the Lost City of Gold berasal dari kartun anak.

Sisanya datang dari tempat yang lebih mengejutkan. Mamma Mia! berasal dari musikal panggung yang disusun dari lagu-lagu ABBA. Slumberland dari komik strip koran awal abad kedua puluh. Jungle Cruise dari wahana perahu di taman hiburan. Dan Uncle Drew dari serial iklan minuman. Ketiga rak layar lain dirangkum di Lanjutan dan buat ulang.

Rak 10: cerita asli Indonesia

Empat belas film yang ditulis langsung untuk layar oleh penulis Indonesia, dengan rata-rata rating 7,4, tertinggi kedua di seluruh papan. Angka itu layak dicatat: penulis skenario kita mampu menghasilkan cerita yang dicintai dengan kekuatan sendiri, lepas dari buku laris.

Puncaknya adalah Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan rating 8,8, tertinggi di seluruh katalog. Film ini bahkan bercerita tentang menulis cerita asli: tokoh utamanya seorang penulis skenario. Di bawahnya ada Ngeri-Ngeri Sedap dengan 8,0, Petualangan Sherina dan Surat untuk Masa Mudaku dengan 7,9, serta Susah Sinyal dan Jumbo dengan 7,7.

Rak ini juga memuat film yang membuka kembali pintu bioskop bagi film Indonesia pada awal dasawarsa 2000-an: Petualangan Sherina dan Ada Apa dengan Cinta?. Keduanya lahir dari skenario asli, dan keduanya kelak melahirkan lanjutan yang kini ada di rak 07.

Komedi keluarga diwakili Cek Toko Sebelah dan Orang Kaya Baru. Kisah cinta diwakili Janji Joni, A Perfect Fit, dan Ali & Ratu Ratu Queens. Ada pula June & Kopi tentang dua ekor anjing dan Catatan Akhir Sekolah tentang tiga sahabat dengan kamera.

Rak 11: cerita asli dunia, sampai 2010

Sembilan belas film dari tahun 1985 sampai 2010, dengan rata-rata rating 6,91. Inilah masa ketika komedi dan drama dengan gagasan sederhana yang kuat masih menjadi andalan studio besar.

Gagasan-gagasan itu bisa diringkas dalam satu kalimat, dan justru di situlah kekuatannya. Seorang pria mengulang hari yang sama terus-menerus: Groundhog Day. Seorang bocah terbangun dalam tubuh orang dewasa: Big. Seorang pengacara mendadak hanya mampu berkata jujur: Liar Liar. Lima pelajar dihukum bersama pada hari Sabtu: The Breakfast Club. Seorang siswa membolos dengan gaya: Ferris Bueller's Day Off.

Rating tertinggi di rak ini dipegang Before Sunrise dengan 8,0, disusul Rain Man, The Breakfast Club, dan Little Miss Sunshine dengan 7,7. Komedi romantis diwakili Notting Hill, The Holiday, Music and Lyrics, The Prince & Me, Bride Wars, dan Valentine's Day.

Sisanya film keluarga dan film liburan: Elf, High School Musical, 17 Again, This Christmas, dan Four Christmases. Semuanya lahir dari meja penulis, dan menjadi sumber bagi dirinya sendiri.

Rak 12: cerita asli dunia, sejak 2011

Rak terbesar: 21 film dari tahun 2014 sampai 2026, dengan rata-rata rating 6,69. Sebagian besar dibuat untuk layanan streaming, tempat cerita asli berdurasi sedang menemukan rumah baru.

Puncaknya Voicemails for Isabelle dengan rating 8,3, disusul Sing Street dengan 7,9 dan F1 dengan 7,8. The Peanut Butter Falcon mencatat 7,4 dan Upgraded 7,2. Chef, ditulis, disutradarai, dan dibintangi orang yang sama, mencatat 7,1.

Inggris dan Irlandia menyumbang Belfast, yang ditulis sutradaranya dari kenangan masa kecilnya sendiri, Limbo, Flora and Son, dan Goodbye June. Komedi romantis perjalanan diwakili Irish Wish, La Dolce Villa, Find Me Falling, The Wrong Paris, dan Your Place or Mine.

Film liburan mengisi sisanya: Candy Cane Lane, Oh. What. Fun., Too Close for Christmas, dan Christmas at the Palace. Ada pula Back of the Net dari Australia dan Choose Love, film interaktif yang jalan ceritanya dipilih penonton. Ketiga rak cerita asli dibahas di Cerita asli.

Papan dalam angka

Bila dua belas rak digabung menjadi empat kelompok, gambarnya menjadi jelas. Buku menyumbang 45 film. Kisah nyata menyumbang 21 film. Layar dan panggung lain, yaitu lanjutan, buat ulang, serta komik dan televisi, menyumbang 35 film. Cerita asli menyumbang 54 film. Jumlahnya 155.

Dengan kata lain, 101 dari 155 film, hampir dua pertiga, berangkat dari sesuatu yang sudah ada sebelum skenarionya ditulis. Hanya sedikit di atas sepertiga yang lahir dari halaman kosong. Perbandingan ini menggambarkan cara kerja industri film di mana pun: cerita yang sudah teruji lebih mudah mendapat dana.

Seluruh katalog berdurasi 17.289 menit, atau 288 jam 9 menit. Rak buku menyumbang 5.142 menit, cerita asli 5.733 menit, layar lain 3.921 menit, dan kisah nyata 2.493 menit. Rata-rata rating seluruh katalog adalah 7,03.

Sumber mana yang paling memuaskan

Menurut rata-rata rating, urutannya begini: buku 7,16, kisah nyata 7,12, cerita asli 6,95, dan layar lain 6,93. Selisihnya tipis, tetapi polanya konsisten dengan dugaan umum: cerita yang sudah disaring pembaca atau disaring kenyataan cenderung lebih disukai.

Di tingkat rak, juaranya adalah novel dan cerita pendek dunia dengan 7,47, lalu cerita asli Indonesia dengan 7,4, lalu kisah nyata orang biasa dengan 7,26 dan novel roman dengan 7,25. Di ujung lain ada cerita asli dunia sejak 2011 dengan 6,69 dan lanjutan cerita dengan 6,81.

Tujuh belas film mencatat rating 8,0 atau lebih. Enam berasal dari buku, empat dari cerita asli, empat dari layar lain, dan tiga dari kisah nyata. Dibanding ukuran kelompoknya, kisah nyata dan buku paling sering menghasilkan film istimewa: kira-kira satu dari tujuh.

Satu catatan menarik: rak cerita asli Indonesia mengalahkan rak novel Indonesia, 7,4 berbanding 7,17. Film Indonesia terbaik menurut penonton, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, adalah cerita asli. Penulis skenario kita layak mendapat tepuk tangan lebih keras.

Berapa lama tiap sumber bercerita

Sumber juga memengaruhi durasi. Kisah nyata rata-rata berdurasi 119 menit, buku 114 menit, layar lain 112 menit, dan cerita asli 106 menit. Cerita asli adalah yang paling ringkas, karena penulisnya bebas memilih seberapa banyak yang ingin diceritakan.

Di tingkat rak, biografi tokoh ternama memimpin dengan rata-rata 124 menit, disusul novel Indonesia dengan 123 menit. Ketiga rak cerita asli sama-sama mencatat 106 menit, dan novel roman 105 menit.

Film terpanjang di tiap kelompok memperjelas polanya: Bumi Manusia dengan 181 menit di rak buku, Elvis dengan 159 menit di rak kisah nyata, F1 dengan 156 menit di rak cerita asli, dan Sri Asih dengan 134 menit di rak layar lain. Yang tersingkat adalah Before Sunset dengan 80 menit, disusul Janji Joni dan Hello, Goodbye, and Everything in Between dengan 83 menit.

Bila waktu Anda sempit malam ini, bukalah rak cerita asli atau novel roman. Bila Anda punya sore yang panjang, rak biografi dan novel Indonesia menunggu.

Film Indonesia menurut sumbernya

Katalog kami memuat 47 film Indonesia, dan pembagian sumbernya berbeda dari film dunia. Enam belas berasal dari novel dan buku. Empat belas adalah cerita asli. Tujuh berasal dari komik, televisi, dan serial web. Lima adalah lanjutan. Tiga adalah buat ulang. Dua adalah biografi.

Artinya 33 dari 47 film Indonesia, tujuh dari sepuluh, berangkat dari sumber yang sudah ada. Pada film dunia angkanya 68 dari 108, sekitar enam dari sepuluh. Perfilman Indonesia sedikit lebih gemar mengangkat cerita yang sudah dikenal, terutama novel laris.

Ada satu sumber yang nyaris khas Indonesia di papan ini: sinetron dan komik lama. Keluarga Cemara, 1 Kakak 7 Ponakan, Gundala, Sri Asih, dan Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 semuanya menghidupkan kembali kenangan penonton yang tumbuh pada dasawarsa tujuh puluhan sampai sembilan puluhan.

Dan ada satu sumber yang kosong dari film Indonesia: rak kisah nyata orang biasa. Kedua film nyata Indonesia di papan ini adalah biografi tokoh nasional. Kisah orang kebanyakan lebih sering sampai ke layar kita lewat novel, seperti sepuluh murid sekolah papan di Belitung.

Sumber dari masa ke masa

Katalog ini merentang dari 1964 sampai 2026, dan campuran sumbernya berubah mengikuti zaman. Dari dasawarsa delapan puluhan ada lima film, empat di antaranya cerita asli. Dari dasawarsa sembilan puluhan ada delapan film, empat di antaranya cerita asli.

Dasawarsa 2010-an adalah puncak adaptasi. Dari 64 film masa itu, sebelas berasal dari novel Indonesia, sembilan dari buku anak, sembilan berupa lanjutan, dan enam dari komik serta televisi. Cerita asli dunia hanya enam. Inilah masa ketika studio di mana-mana memburu judul yang sudah punya penggemar.

Dasawarsa 2020-an membalik arah. Dari 51 film sejak 2020, enam belas adalah cerita asli dunia dan tujuh cerita asli Indonesia. Layanan streaming butuh banyak judul baru tiap bulan, dan skenario asli berdurasi sedang menjadi jawabannya. Pada saat yang sama, novel roman menyumbang enam film: pembaca muda membawa buku kesayangannya ke layar.

Pita sumber pada tiap poster

Tiap poster di DuniaFilm21 membawa dua tanda. Di sudut kanan atas ada bintang emas dengan rating penonton. Di sisi kiri bawah ada pita biru kehijauan bertulisan huruf kapital: nama pendek sumbernya.

Ada sebelas tulisan yang mungkin muncul: Novel Indonesia, Novel roman, Novel dunia, Buku anak, Tokoh nyata, Kisah nyata, Lanjutan, Buat ulang, Komik & TV, Asli Indonesia, dan Cerita asli. Dua rak cerita asli dunia memakai tulisan yang sama, karena perbedaannya hanya tahun. Di bawah poster ada judul, tahun, genre utama, dan durasi. Penjelasannya ada di Label sumber.

Halaman film dan tombol Tonton sekarang

Tekan poster untuk membuka halaman film: judul, tahun, durasi, rating, genre, sinopsis berbahasa Indonesia, pemeran utama, dan sutradara. Dari sana Anda juga dapat menyimpan film ke Daftar Saya.

DuniaFilm21 adalah panduan: tugasnya mengenalkan film dan menunjukkan jalannya. Di bagian "Tempat menonton" ada daftar negara dan tombol Tonton sekarang. Pilih negara Anda, tekan tombolnya, dan halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan layanan langganan, sewa, beli, dan gratis yang menyediakannya. Soal bahasa dan teks terjemahan ada di Bahasa dan subtitle.

Pencarian, Daftar Saya, dan ponsel

Kotak pencarian di bilah atas menerima judul, nama pemeran, nama sutradara, dan tahun. Hasilnya tampil dengan pita sumber yang sama. Caranya ada di Pencarian.

Daftar Saya menyimpan pilihan Anda di peramban. Gunakan sebagai daftar bacaan terbalik: simpan film dari rak buku yang bukunya sudah Anda baca, lalu bandingkan satu per satu. Petunjuknya ada di Panduan Daftar Saya. Di ponsel, papan sumber tampil tiga kolom dan poster dua kolom. Lihat DuniaFilm21 di ponsel.

Baca dulu atau tonton dulu

Inilah pertanyaan abadi para pencinta buku, dan kedua jawaban punya pembelanya. Membaca dulu memberi Anda dunia yang lebih lengkap: pikiran tokoh, cabang cerita, dan rincian yang terpaksa dipangkas film. Menonton sesudahnya menjadi semacam reuni, dengan kesenangan tambahan saat adegan kesayangan muncul di layar.

Menonton dulu punya keuntungan sendiri: film dinikmati sebagai film, dengan kejutan yang masih utuh. Buku yang dibaca sesudahnya terasa seperti versi panjang dengan adegan tambahan. Bagi pembaca muda, wajah para pemeran sering membantu mereka bertahan melewati novel yang tebal.

Saran kami sederhana. Untuk novel tebal dengan dunia yang luas, seperti Bumi Manusia atau The Hobbit: The Desolation of Smaug, bacalah dulu. Untuk cerita yang bertumpu pada kejutan, tontonlah dulu. Dan untuk buku anak, lakukan keduanya bersama anak Anda, dalam urutan apa pun. Pembahasannya ada di Baca dulu atau tonton dulu.

Apa yang berubah dari halaman ke layar

Sebuah novel setebal empat ratus halaman memuat kira-kira sepuluh jam cerita. Sebuah film punya dua jam. Maka adaptasi selalu berarti memilih: tokoh mana yang dipertahankan, cabang mana yang dipangkas, dan adegan mana yang harus ada.

Laskar Pelangi memusatkan cerita pada sepuluh murid dan dua guru, lalu menambahkan lagu yang kini dihafal anak-anak di seluruh negeri. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mempertahankan bahasa surat-menyurat yang puitis dari romannya. Bumi Manusia butuh tiga jam untuk memuat satu jilid dari empat.

Arah sebaliknya juga terjadi. The Secret Life of Walter Mitty mengembangkan cerita beberapa halaman menjadi petualangan lintas benua. Jumanji mengembangkan buku bergambar tiga puluhan halaman menjadi film utuh. Dan Filosofi Kopi menumbuhkan satu cerita pendek menjadi film, lalu menjadi kedai kopi sungguhan.

Penulis yang muncul lebih dari sekali

Beberapa nama muncul berulang di papan ini. Andrea Hirata menyumbang dua film dari tetralogi yang sama: Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Pidi Baiq menyumbang dua film Dilan 1990 dan Dilan 1991 dari dua jilid novelnya.

Arswendo Atmowiloto hadir lewat dua cerita keluarga yang lebih dulu menjadi sinetron: Keluarga Cemara dan 1 Kakak 7 Ponakan. Keduanya mencatat rating 8,0 ke atas, sebuah penghormatan bagi penulis yang memahami rumah tangga Indonesia luar dalam.

Dari luar negeri, P.L. Travers berada di balik Mary Poppins dan lanjutannya, serta Chris Van Allsburg di balik Jumanji dan lanjutannya. A.A. Milne, pencipta Winnie the Pooh, adalah sumber jauh bagi Christopher Robin. Seorang penulis yang baik bisa menghidupi layar selama beberapa generasi.

Satu cerita, tiga rak

Sebagian cerita tumbuh sedemikian rupa sehingga anggotanya tersebar di beberapa rak. Contoh terbaik adalah kisah Cinta dan Rangga. Ada Apa dengan Cinta? adalah cerita asli dan berada di rak 10. Ada Apa Dengan Cinta? 2 adalah lanjutannya dan berada di rak 07, bersama Milly & Mamet, cerita sampingan tentang dua sahabat Cinta.

Keluarga Narendra menempuh jalan lain. Bermula dari sebuah buku kutipan, lahirlah Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini di rak 01. Prekuelnya, Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti, berada di rak 07. Satu buku, dua film, dua rak.

Hal serupa terjadi pada Cek Toko Sebelah dan Cek Toko Sebelah 2, pada Petualangan Sherina dan Petualangan Sherina 2, serta pada Before Sunrise dan Before Sunset. Film pertama selalu berada di rak sumbernya, dan film berikutnya di rak lanjutan. Dengan begitu Anda bisa melihat sekilas mana yang membuka cerita dan mana yang meneruskannya.

Sumber yang paling mengejutkan

Sebagian film berasal dari tempat yang jarang terpikirkan. Jungle Cruise diangkat dari wahana perahu di taman hiburan, tempat pemandu melontarkan lelucon sepanjang sungai buatan. Uncle Drew bermula dari serial iklan minuman tentang pemain basket muda yang menyamar sebagai kakek.

Mamma Mia! disusun terbalik: lagu-lagunya sudah ada puluhan tahun, lalu sebuah cerita ditulis untuk merangkai semuanya. Slumberland berasal dari komik strip koran tahun 1905 yang termasyhur karena gambarnya. Terlalu Tampan berasal dari komik yang digulir dengan ibu jari.

Dan Choose Love, walau berupa cerita asli, meminjam bentuknya dari buku pilih-sendiri-petualanganmu: penonton menentukan arah cerita lewat tombol. Sumber sebuah film bisa berupa apa saja yang pernah membuat orang berhenti dan memperhatikan.

Empat anjing yang sungguh ada

Rak kisah nyata orang biasa punya satu kekhasan: separuh filmnya tentang anjing sungguhan. Togo adalah anjing penarik kereta yang memimpin lintasan terpanjang dalam pengantaran serum ke Nome. Hachi: A Dog's Tale mengangkat Hachiko, yang menunggu tuannya di stasiun selama bertahun-tahun.

Marley & Me adalah labrador nakal milik seorang kolumnis, dan Dog Gone adalah anjing yang hilang di jalur pendakian dan dicari ayah serta anak selama berminggu-minggu. Keempat film itu mencatat rata-rata rating di atas 7.

Di rak novel, dua anjing lain menunggu: A Dog's Purpose dan The Art of Racing in the Rain, keduanya dituturkan dari sudut pandang si anjing. Dan di rak cerita asli Indonesia ada June & Kopi. Tujuh film anjing dari tiga sumber berbeda: pencinta hewan bisa memakai papan ini sebagai peta.

Rute untuk pembaca buku

Bila lemari buku Anda penuh, mulailah dari judul yang sudah Anda kenal. Pembaca sastra Indonesia bisa menyusun tiga malam: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck untuk Hamka, Bumi Manusia untuk Pramoedya, dan Laskar Pelangi untuk Andrea Hirata. Seluruhnya 464 menit, hampir delapan jam bersama tiga penulis besar.

Pembaca novel populer bisa memilih Critical Eleven, Home Sweet Loan, dan Dilan 1990: tiga potret percintaan dan kehidupan kota dari tiga penulis yang akrab di toko buku. Pembaca fantasi punya The Hobbit: The Desolation of Smaug, The Golden Compass, dan pelayaran ke ujung dunia Narnia.

Setelah menonton, tulislah satu kalimat di catatan Anda: apa yang lebih baik di buku, dan apa yang lebih baik di film. Kebiasaan kecil ini membuat Anda menjadi pembaca sekaligus penonton yang lebih jeli.

Papan ini di ruang kelas

Guru bahasa Indonesia punya alat bantu di rak 01. Novel-novel di baliknya banyak dipakai sebagai bacaan sekolah, dan filmnya dapat menjadi pintu masuk bagi murid yang enggan membaca. Putar tiga puluh menit pertama Negeri 5 Menara, lalu minta murid menebak kelanjutannya sebelum membuka bukunya.

Guru sejarah punya rak 05. Kartini menghidupkan surat-surat yang selama ini hanya dikutip di buku pelajaran. Gie memperlihatkan Jakarta tahun enam puluhan dari mata seorang mahasiswa. Dan Bumi Manusia, walau berupa novel, memberi gambaran hidup di Hindia Belanda awal abad kedua puluh.

Guru sekolah dasar punya rak 04. Wonder membuka percakapan tentang menerima teman yang berbeda. Paddington tentang menyambut pendatang. Charlie and the Chocolate Factory tentang rendah hati. Satu film, satu buku, satu diskusi: rumus sederhana untuk satu pekan pelajaran.

Kisah nyata dari lapangan

Olahraga adalah ladang subur bagi kisah nyata, karena hasil pertandingan tercatat dan dramanya sungguh terjadi. Empat film di rak 05 berasal dari lapangan. Moneyball memperlihatkan cara sebuah klub berdana kecil menyusun tim dengan statistik. King Richard memperlihatkan rencana tujuh puluh delapan halaman seorang ayah untuk dua putrinya.

American Underdog mengikuti seorang pemain dari lorong toko swalayan sampai pertandingan puncak liga. Home Team mengambil sisi yang lebih ringan: pelatih juara yang turun melatih anak-anak dua belas tahun.

Bandingkan dengan film olahraga dari cerita asli, seperti F1 dan Back of the Net. Di sana penulis bebas mengatur siapa yang menang. Dalam kisah nyata, penonton yang mengenal sejarahnya sudah tahu akhirnya, dan ketegangan berpindah dari "siapa menang" ke "bagaimana mereka sampai ke sana".

Seberapa setia kisah nyata di layar

Tulisan "berdasarkan kisah nyata" adalah janji yang longgar. Film memadatkan waktu, menggabungkan beberapa orang menjadi satu tokoh, dan menambahkan percakapan yang lolos dari rekaman siapa pun. Itu wajar: film adalah cerita, dan cerita butuh bentuk.

The Social Network terkenal karena dialognya yang tajam, hasil karya penulisnya lebih daripada catatan sejarah. A Beautiful Mind menyederhanakan banyak hal dari hidup tokohnya. Hachi: A Dog's Tale memindahkan seluruh kisah dari Tokyo ke Amerika. Intinya tetap benar: kesetiaan seekor anjing, kejeniusan seorang matematikawan, lahirnya sebuah perusahaan.

Cara terbaik menikmatinya adalah dengan dua langkah. Tonton filmnya sebagai cerita. Lalu, bila Anda penasaran, bacalah riwayat aslinya. Sering kali kenyataannya lebih aneh, lebih panjang, dan lebih mengharukan daripada versi layar.

Kapan lanjutan layak ditonton

Rata-rata lanjutan di papan ini mencatat 6,81, dan pendahulunya, bila ada di katalog, hampir selalu lebih tinggi. Before Sunrise mencatat 8,0 dan lanjutannya 7,8. Mary Poppins mencatat 7,6 dan lanjutannya 6,5. Ada Apa dengan Cinta? mencatat 7,5 dan lanjutannya 6,4. Petualangan Sherina mencatat 7,9 dan lanjutannya 6,9.

Satu-satunya pasangan yang membalik pola itu adalah Cek Toko Sebelah dengan 7,5 dan Cek Toko Sebelah 2 dengan 7,9. Lanjutan itu berhasil karena menggeser pusat cerita: dari hubungan ayah dan anak ke hubungan menantu dan mertua. Tokohnya sama, pertanyaannya baru.

Itulah ukuran yang bisa Anda pakai. Lanjutan yang layak ditonton membawa pertanyaan baru bagi tokoh lama. Lanjutan yang hanya mengulang kelucuan film pertama biasanya cukup dinikmati sekali, sambil makan malam.

Mengapa cerita dibuat ulang

Buat ulang sering dicurigai sebagai jalan pintas, padahal tradisinya setua seni bercerita. Dongeng berpindah dari kampung ke kampung dengan nama tokoh yang berganti. Wayang menceritakan ulang kisah dari India dengan punakawan yang hanya ada di Jawa. Film melakukan hal yang sama.

Bebas adalah contoh terbaik di papan ini. Kerangka ceritanya datang dari Korea, tetapi seragam sekolah, bahasa gaul, lagu, dan suasana politik akhir sembilan puluhan seluruhnya milik Jakarta. Penonton memberinya rating 8,0. Sweet 20 melakukan hal serupa dengan lagu-lagu lawas Indonesia dan hubungan mertua serta menantu yang sangat lokal.

CODA memindahkan keluarga petani Prancis menjadi keluarga nelayan Amerika dan memenangkan penghargaan tertinggi di negerinya. Buat ulang yang baik bekerja seperti penerjemah yang baik: setia pada jiwa cerita, bebas dalam kata-katanya.

Nilai sebuah cerita asli

Bila adaptasi lebih aman dan rata-rata lebih disukai, mengapa cerita asli tetap penting? Karena setiap sumber di papan ini dulunya adalah cerita asli. Novel yang difilmkan pernah menjadi halaman kosong. Film yang kini dibuat ulang pernah menjadi skenario yang diragukan orang.

Groundhog Day begitu asli sehingga judulnya menjadi istilah sehari-hari untuk hari yang terasa berulang. Big melahirkan belasan film bertukar tubuh sesudahnya. Petualangan Sherina membuktikan bahwa film anak Indonesia bisa memenuhi bioskop, dan Ada Apa dengan Cinta? melakukan hal yang sama untuk film remaja.

Cerita asli adalah benih. Dua puluh tahun dari sekarang, sebagian film di rak 10 sampai 12 akan menjadi sumber bagi lanjutan, buat ulang, dan serial. Menonton cerita asli berarti hadir pada saat sesuatu dimulai.

Sumber menurut suasana hati

Sumber cerita bisa dicocokkan dengan perasaan. Sedang butuh semangat? Ambil kisah nyata: seseorang sungguh pernah berhasil melewati rintangan itu. Lion dan King Richard adalah pilihan yang aman. Sedang ingin tenggelam dalam dunia lain? Ambil buku anak dan fantasi: dunianya sudah dibangun dengan teliti oleh penulisnya.

Sedang rindu masa lalu? Ambil lanjutan atau rak komik dan televisi. Bertemu kembali dengan Sherina dewasa atau keluarga Abah terasa seperti membuka album foto. Sedang ingin dikejutkan? Ambil cerita asli terbaru, yang akhirnya masih rahasia bagi semua orang.

Sedang ingin menangis dengan lega? Rak novel Indonesia dan rak anjing sungguhan siap membantu. Sedang ingin tertawa bersama keluarga? Cek Toko Sebelah dan Orang Kaya Baru di rak cerita asli Indonesia adalah jawabannya.

Papan untuk penonton kecil

Bagi keluarga dengan anak, rak 04 adalah harta karun: hampir semua bukunya tersedia dalam terjemahan Indonesia. Susunlah program sebulan. Pekan pertama, bacakan beberapa bab Paddington sebelum tidur, lalu tonton Paddington pada Sabtu malam. Pekan kedua, Charlie and the Chocolate Factory. Pekan ketiga, The Jungle Book. Pekan keempat, Wonder untuk anak yang lebih besar.

Di luar rak buku, Jumbo dan Petualangan Sherina dari rak cerita asli Indonesia cocok untuk segala usia. Dora and the Lost City of Gold menyenangkan bagi anak yang mengenal kartunnya. Dan Keluarga Cemara mengajak anak dan orang tua membicarakan arti cukup.

Setelah tiap film, ajukan satu pertanyaan kepada anak: "Menurutmu, dari mana cerita ini datang?" Lalu tunjukkan pita di posternya. Anak belajar bahwa cerita punya asal, dan bahwa suatu hari ia pun bisa menulis ceritanya sendiri.

Tiga malam, tiga sumber

Cara paling menyenangkan untuk merasakan gagasan papan ini adalah menonton tiga film bertema sama dari tiga sumber berbeda. Tema keluarga: Keluarga Cemara dari televisi, Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini dari buku, dan Ngeri-Ngeri Sedap dari skenario asli. Tiga rumah, tiga cara bercerita.

Tema cinta remaja: Dilan 1990 dari novel, Ada Apa dengan Cinta? dari skenario asli, dan Geez & Ann dari novel yang lahir di media sosial. Tema Natal: Christmas with the Kranks dari novel, Home Alone 2: Lost in New York sebagai lanjutan, dan Elf sebagai cerita asli.

Tema musik: Elvis dari kisah nyata, Mamma Mia! dari panggung, dan Sing Street dari skenario asli. Setelah tiga malam, Anda akan mulai merasakan sidik jari tiap sumber: kepadatan novel, bobot kenyataan, kebebasan cerita asli.

Film dengan dua sumber

Beberapa film berdiri di perbatasan dua rak, dan keputusan kami perlu dijelaskan. Lion diangkat dari memoar, jadi ia sekaligus buku dan kisah nyata. Kami menaruhnya di rak kisah nyata, karena peristiwanya terjadi lebih dulu dan bukunya adalah cara peristiwa itu sampai kepada kita. Aturan yang sama berlaku bagi Marley & Me, We Bought a Zoo, Blinded by the Light, dan The Social Network.

Gie disusun dari catatan harian yang diterbitkan, dan masuk rak tokoh nyata dengan alasan yang sama. Sebaliknya, Bumi Manusia terilhami tokoh sejarah tetapi tetap sebuah novel: tokoh dan peristiwanya rekaan pengarang, maka ia masuk rak buku.

Hachi: A Dog's Tale adalah kisah nyata sekaligus buat ulang film Jepang. Ia masuk rak kisah nyata, karena anjing itulah asal segalanya. Mary Poppins Returns dan Jumanji: The Next Level meneruskan film yang berasal dari buku, tetapi ceritanya sendiri baru, maka keduanya masuk rak lanjutan. Dilan 1991 berbeda: ia berasal dari jilid kedua novelnya, maka tetap di rak buku.

Tiap keputusan mengikuti satu pertanyaan: dari mana cerita film yang ini berasal? Daftar lengkap kasus perbatasan ada di halaman Sumber ganda.

Tebak sumbernya

Cobalah permainan kecil ini bersama teman. Sebutkan judul, lalu tebak sumbernya sebelum melihat pita di poster. Sebagian jawabannya mengejutkan.

Jurassic Park: banyak yang mengira cerita asli, padahal novel. Christmas with the Kranks: novel karya penulis cerita hukum. You've Got Mail: buat ulang dari film tahun 1940. Mr. Popper's Penguins: buku anak yang terbit sebelum Perang Dunia Kedua. Sore: Istri Dari Masa Depan: serial web delapan tahun sebelumnya.

Dan arah sebaliknya: Groundhog Day, Rain Man, dan Little Miss Sunshine terasa seperti diangkat dari novel, tetapi ketiganya cerita asli. Jatuh Cinta Seperti di Film-Film pun demikian. Setelah sepuluh tebakan, Anda akan mulai membaca pita lebih dulu sebelum membaca judul.

Bekal kecil sebelum memilih

Pertama, putuskan sumbernya dulu, filmnya kemudian. "Malam ini kisah nyata" adalah keputusan yang lebih mudah daripada memilih satu dari 155 judul, dan rak terbesar pun hanya berisi 21 film.

Kedua, bila Anda menyukai sebuah film, perhatikan pitanya. Setelah lima atau enam film, Anda akan melihat pola selera Anda: mungkin Anda penonton kisah nyata, atau mungkin hati Anda selalu jatuh pada cerita asli.

Ketiga, sesekali bukalah rak yang paling jarang Anda sentuh. Penggemar film Amerika bisa mencoba rak novel Indonesia. Pembaca sastra bisa mencoba rak komik dan televisi. Kejutan terbaik sering menunggu di rak yang paling asing.

Keempat, bila sebuah film dari rak buku memikat Anda, carilah bukunya di perpustakaan atau toko buku. Layar dan halaman saling melengkapi, dan papan ini dibuat untuk mempertemukan keduanya.

Sutradara yang menjelajahi semua sumber

Sebagian sutradara setia pada satu jenis sumber, dan sebagian lain berpindah-pindah. Riri Riza adalah penjelajah terbesar di papan ini: tujuh filmnya tersebar di lima rak. Ia mengangkat novel lewat Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, menulis sejarah lewat Gie, melahirkan cerita asli lewat Petualangan Sherina, meneruskannya lewat Petualangan Sherina 2 dan Ada Apa Dengan Cinta? 2, dan membuat ulang film Korea lewat Bebas.

Yandy Laurens punya empat film di dua rak, dan keempatnya berating 7,5 ke atas: dua dari sinetron lama, satu dari serial web buatannya sendiri, dan satu cerita asli yang menjadi film berating tertinggi di katalog. Ernest Prakasa punya lima film di tiga rak: dua cerita asli, dua lanjutan, dan satu dari buku.

Hanung Bramantyo hadir di tiga rak berbeda dengan tiga film: Kartini dari sejarah, Bumi Manusia dari novel, dan Catatan Akhir Sekolah dari skenario asli. Angga Dwimas Sasongko punya empat film di tiga rak, dari cerita pendek sampai serial silat.

Di luar negeri, Tim Burton setia pada cerita lama: dua buku anak dan satu buat ulang. Lasse Hallström menggarap tiga film dari tiga rak, dua di antaranya tentang anjing. Dan Jon Favreau berpindah dari cerita asli Elf dan Chef ke buku klasik The Jungle Book. Sumber boleh berganti, tetapi tangan sutradara tetap terasa.

Lima langkah untuk kunjungan pertama

Langkah pertama: lihat papan dua belas sumber di beranda dan pilih satu kelompok warna, yaitu buku, kisah nyata, layar lain, atau cerita asli. Langkah kedua: tekan salah satu petak. Baris posternya terbuka, dengan film paling dikenal di depan.

Langkah ketiga: baca pita di poster dan bintang ratingnya, lalu tekan film yang menarik. Langkah keempat: baca sinopsis dan lihat pemerannya. Langkah kelima: pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang untuk melihat layanan yang menayangkannya secara resmi.

Seluruh proses memakan waktu sekitar dua menit. Uraian tiap langkah, lengkap dengan saran film pembuka dari tiap kelompok, ada di Mulai di DuniaFilm21.

Yang dijaga DuniaFilm21

Tiap film punya tepat satu rak, sehingga dua belas rak itu bersih dari tumpang-tindih dan jumlahnya selalu 155. Sumber ditentukan dengan aturan yang sama untuk semua film, dan kasus perbatasan dijelaskan secara terbuka. Angka di halaman ini dihitung dari katalog itu sendiri.

Sinopsis ditulis dalam bahasa Indonesia yang wajar. Rating adalah rata-rata penilaian penonton dan ditampilkan apa adanya, yang tinggi maupun yang rendah. Tombol Tonton sekarang selalu mengarah ke halaman pencarian layanan resmi.

Dan papan ini akan tetap sederhana: empat kelompok, dua belas rak, satu pita per film.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering datang ada di bawah ini. Versi panjangnya ada di halaman Tanya jawab.

Setiap cerita punya asal

Di balik tiap poster ada perjalanan panjang: seorang novelis yang menulis selama bertahun-tahun, seorang anak yang sungguh tersesat di stasiun, sebuah sinetron yang ditonton sekeluarga tiap sore, atau seorang penulis skenario yang menatap halaman kosong. DuniaFilm21 hanya menuliskan asal itu pada sehelai pita dan menyusunnya di satu papan.

Pilih satu sumber malam ini. Besok pilih yang lain. Dalam dua belas malam Anda sudah mencicipi seluruh papan, dan masih tersisa 143 film untuk putaran berikutnya. Selamat memilih, dan selamat menonton.

Pertanyaan

Apa itu DuniaFilm21?

DuniaFilm21 adalah panduan film berbahasa Indonesia yang menyusun 155 film menurut asal ceritanya. Ada dua belas rak dalam empat kelompok: buku, kisah nyata, layar dan panggung lain, serta cerita asli.

Bagaimana sumber sebuah film ditentukan?

Dari tempat ceritanya pertama kali berasal: novel, peristiwa nyata, film sebelumnya, komik, televisi, panggung, atau skenario asli. Film dengan dua sumber mengikuti aturan tertulis yang sama untuk semua judul.

Di mana saya bisa menonton filmnya?

Buka halaman film, pilih negara Anda di bagian Tempat menonton, lalu tekan Tonton sekarang. Halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan daftar layanan resmi yang menyediakannya.

Berapa film yang berasal dari buku?

Sebanyak 45 film: 16 dari novel dan buku Indonesia, 9 dari novel roman dan remaja, 6 dari novel dan cerita pendek dunia, dan 14 dari buku anak serta dongeng klasik.

Sumber mana yang ratingnya paling tinggi?

Rak novel dan cerita pendek dunia mencatat rata-rata 7,47, disusul cerita asli Indonesia dengan 7,4. Secara kelompok, buku memimpin dengan 7,16 dan kisah nyata menyusul dengan 7,12.

Film mana yang ratingnya tertinggi?

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan 8,8, sebuah cerita asli Indonesia. Di bawahnya ada 1 Kakak 7 Ponakan dengan 8,4 dan Voicemails for Isabelle dengan 8,3.

Apa arti pita di poster?

Pita biru kehijauan itu menyebut asal cerita film, misalnya Novel Indonesia, Tokoh nyata, Lanjutan, atau Cerita asli. Bintang emas di sudut kanan atas adalah rating penonton.

Bisakah DuniaFilm21 dibuka di ponsel?

Bisa. Papan sumber tampil tiga kolom, poster tampil dua kolom, dan menu ringkas terbuka dari tombol di sudut atas.

Bagaimana cara menyimpan film?

Tekan tombol Daftar Saya di halaman film. Daftar tersimpan di peramban Anda dan bisa dibuka kapan saja dari menu atas.

Mengapa cerita asli dunia dibagi menurut tahun?

Karena jumlahnya 40 film. Garis tahun 2010 membaginya menjadi dua rak yang nyaman dijelajahi: 19 film sampai 2010 dan 21 film sejak 2011.